Selasa, 10 April 2012

Praktek Prostitusi di Tengah Pemukiman Resahkan Warga

Indramayu-SINAR PAGI Masalah penjaja sek komersial (PSK) dan apalagi menghapus lokalisasi prostitusi merupakan masalah yang krusial, apa karena banyak kepentingan yang ikut bermain didalamnya? Dan kembali lagi kepentingan masyraakat harus dikalahkan oleh berbagai kepentingan segelintir oknum tertentu, pada akhirnya rencana atau protes pembubaran lokalisasi PSK kembali terkubur oleh berbagai janji yang tidak karuan. PSK sejak dahulu menjadi perbincangan hangat dan menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah terselesaikan oleh Pemerintah. Setiap kali ada protes tentang lokalisasi PSK, selalu menemui jalan buntu, yang akhirnya protes itu mendingin bagaikan air didalam frezer kulkas. Seperti lokalisasi praktek prostitusi “GEBOG” yang berada di Desa Sukra Wetan Blok Karanganyar Rt.06 Rw.01 Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menjamur praktek prostitusi sejak puluhan tahun silam, meski telah mendapat hujatan hingga tindakan anarkis dari Masyarakat setempat, tapi ternyata praktek prostitusi tersebut hingga kini berjalan apa adanya tanpa ada tindakan pembubaran dari aparat. Salah satu tokoh Masyarakat setempat mengatakan, pihaknya telah bosan memberikan saran kepada pemilik lokasi praktek prostitusi tersebut, bahkan pernah pada tahun-tahun terdahulu Masyarakat melaukan perusakan pada lokasi itu tapi pemiliknya membangun dan membuka praktek bejatnya lagi. Sementara kuwu Sukra Wetan yang baru terpilih M.Rusdi saat di konfirmasi SP mengatakan, dirinya secara pribadi pernah menegur sang pemilik praktek prostitusi tersebut untuk beralih pada usaha yang lain, tapi sang pemilik tidak mengindahkan teguran Kuwu M.Rusdi.Lurah Suwari juga siap bekerja sama dengan instansi yang tekait apabila dari Masyarakat melakuakan pengaduan kepada dirinya atau melalui Pemerintah Desa guna melakukan pembubaran praktek prostitusi tersebut, begitu juga Marno salah satu anggota Karang Taruna Desa Sukra Wetan akan melakukan mediasi yang intinya siap menutup atau membubarkan praktek prostitusi tersebut dengan cara musyawarah agar tidak terjadi tindakan yang anarkis. Tokoh Pemuda yang tidak mau disebutkan namanya juga memberikan komentar kepada SP bahwa dirinya sudah sangat geram, saran darinya dan juga teman-temanya tidak di anggap bagi pemilik praktek prostitusi tersebut mungkin disebabkan karena pemiliknya termasuk keluarga besar di Blok Karanganyar Desa Sukra Wetan. Pantauan SP dilokasi, menjelang Isya hingga dini hari lokasi tersebut selalu ramai pengunjung dan pria hidung belang yang mencari kenikmatan dari penjaja sek. Usaha praktek prostitusi yang berkembang turun temurun kepemilikannya itu dapat berjalan sampai bertahun-tahun, mungkin karena belum ada tindakan tegas dari aparat, hingga protes dan tindakan dari Masyarakat tidak membuat takut bagi pemilik praktek prostitusi tersebut. Tokoh Masyarakat dan juga tokoh pemuda kini hanya berharap kepada aparatur Pemerintah agar bertindak tegas terhadap adanya praktek prostitusi itu, agar warga Masyarakat Desa Sukra wetan Blok Karanganyar tidak tercemar namanya hingga sekian lama ini, karena praktek prostitusi tersebut merupakan penyakit Masyarakat (Pekat) yang perlu diberantas apalagi lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman Masyarakat dan tentu sangat meresahkan warga. *Dedy candra Edisi 2-8 April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar